Minggu, 24 Januari 2010

3 ARTIKEL AGAMA ISLAM

KESABARAN DAN KEIKLASAN
DALAM MENJALANI HIDUP


Hamba yang nakal seringkali diberi waktu lama,tetapi hambba yg baik-baik justru di hukum keras atas sedikit kesalahannya.
Baru saja negeri kita Indonesia di kejutkan oleh musibah yang cukup mengenaskan ,gempa bumi di tasikmalaya,suka bumi dan padang sumbar yang banyak menimbulkan korban puluhan bahkan ratusan orang meninggal bahkan ratusan lainya harus berada di pengungsian.
Tidak ada seorangpun yang mengharap datangnya musibah ,termasuk pada korban gempa bumi itu .Tapi jika Allah berkehendak,maka tidak seorangpun dapat menolaknya.
Tidak sedikit orang yang terkena musibah menjadi lebih dekat kepada Allah SWT,tapi banyak pula yang menjauhi Tuhannya.Hal ini tergantung dari besar kecilnya voltage iman seseorang dan hidayah Allah SWT.Kita hanya bias berharap mudah-mudahan saudara-saudara kita yang menjadi korban itu di beri kesabaran oleh Allah,di tetapkan dalam iman islam ,dan segera mendapatkan kehidupan yang layak.tentu kita tidak hanya berdoa sebab ada kewajiban kita atas mereka ,yaitu meringankan beban penderitaannya ,kita tidak boleh hanya mengangkat tangan tin;ggi-tinggi ,sambil berkumat-kamit berdoa,sementara kita biarkan kita biarkan dia menanggung berat penderitaan hidup.jika demikian keadaanya bias jadi mereka putus asa.Orang yang berputus asa bias bermacam ulahnya.Ada yang pasif tidak mau berusaha ,jika keadaanya tidak menolong dirinya ? Mereka akhirnya menjadi apatis dan tidak punya gairah hidup,adapula yang malah menjadi agresif .Mereka niat berbuat apa Saja.Perangainya menjadi sangat negative ,desruktif.Mereka tidak peduli dengan sekitarnya,sebab ia merasa bahwa lingkungan sekitarnya juga tidak peduli kepadanya.Akhirnya mereka menjadi pencuri, perampok,pemerkosa dan melakukan tindak kejahatan lainya.Ini bermula dari keputusasaan.Na’udzu billaahi min dzalik (jangan sampai seperti itu).
Mereka yang termasuk golongan ini biasanya merasa bahwa mereka tidak mendapat keadilan.Pertama-tama mereka menuduh bahwa Allah itu tidak Adil,dengan membiarkan hidup mereka sengsara seperti ini.Bahkan diatas kesengsaraan itu mereka harus tertimpa musibah lagi.Tanpa pikir panjang Akhirnya mereka memvonis bahwa Tuhan itu tidak adil.
Sesungguhnya mereka itu sangat gelisah sebagaimana yang disitir Allah dalam FirmanNya :”Apabila ditimpa kesusahan,ia berkeluh kesah.”(QS.70:20)
Jika kita lebih dewasa dalam berfikir,tentu kita tentu kita tidak termasuk golongan ini.Sungguh tidak ada gunanya sama sekali berkeluh kesah terhadap sesuatu yang ditimpakan Allah pada diri kita.
*Pertama,kita tidak bisa melawan kehendak Allah,dengan apapun juga,dengan keluh kesah,kehendak Allah tetap juga berlaku seperti mauNya.
*Kedua,selain tidak berkuasa melawan kehendak Allah kita juga tidak punya hak apa-apa.Diberi hidup aja juga harus bersyukur,Apalagi diberi Lain-lain.Apa hak kita atas Allah SWT?kita tidak lain hanyalah hambaNya.yang harus Menerima apa adanya.
*Ketiga,Karunia Allah masih banyak dari pada siksaNya.Cobalah hitung berapa hari kita sehat dan berapa hari kita sakit.Berapa lama kita hidup selamat dan berapa lama kita dalam kondisi darurat.Bandingkan nikmat karunia Allah dengan AzhabNya.tentu kita tidak bakal berkeluh kesah.
Apabila kalian menghitung nikmat Allah,Niscaya kalian tak bakal mampu”(QS.14:34)
*Keempat,Bahwa keadilan Allah itu untuk semua,bukan hanya orang perorang saja.Bayangkan jika keadilan itu di ukur hanya untuk seorang atau sekelompok orang,tentu tidak ada yang namanya kkeadila.sebagai contoh,Allah menurunka hujan.Bagi para petani hujan memang sangat dinanti dan di tunggu-tunggu,namun bagi petani garam,musim hujan berarti musim paceklik.Demikian juga bagi penjual Es yang biasa menjajakan minuman di jalan-jalan.Apakah denga datang nya hujan itu berarti Allah Menzhalimi para petani garam dan penjual es?
*Kelima,kita harus menyadari bahwa hidup adalah ujian dari Allah SWT,kebaikan dan kejelekan,nikmat dan musibah itu sama-sama ujian dari Allah SWT.tergantung pada Allah mau menguji kita dengan kebaikan atau kejelekan.dengan nikmat atau dengan Musibah.Dalam hal iniAllah berfirman :
“kami akan menguji kamu dengan keburukan dan keburukan sebagai cobaan.Dan hanya kepada kamu lah kami dikembalikan.”(QS.27:35)
Jangan di kiira kebaikan atau kenikmatan bukan merupakan sesuatu yang gratis yang tidak perlu pertanggung Jawaban.Justru dalam kenikmatan itulah Sering kali orang tidak tahan ujian Pada saat melarat,menderita dan belum memiliki apa-apa barangkali orang bisa bertahan untuk selalu berdo’a kepadaNya.Tapi alangkah sukarnya oraang kaya yang secara materi serba cukup Paling-paling mereka lupa dengan yang memberinya kecukupan.
Allah berfirman : “Kamu Sungguh;sungguh akan diuji terhhadap hartamu dan dirimu.(QS.3:186)
Tidak mudah menerima ujian kekeyaan sebagai mana sukarnya orang menerima ujian kemelaratan.Peluang untuk menjadi orang yang congkak dan sombong itu sangat besar .Lihatlah Qorun yang dengan entengnya berkata bahwa seluruh harta kekayaan yang dimilikinya itu adalah hasil dari keringatnya.Qorun lupa bahwa semua itu adalah kemurahan dari Allah SWT.
Sebagai mana FirmanNya:“Adapun Manusia apabila TuhanNya mengujinya lalu dimuliakanya dan di berikannya kesenangan,mka ia berkata:”Tuhanku telah memuliakan aku.Adapun bila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezeki,maka ia berkata ,Tuhanku menhinakanku”(QS..89:16)
Sesungguhnya kemuliaan dan kehinaan seseorang itu tidak di ukur dari banyak sedikitnya harta yang dimilikinya.Tidak bias diukur dengan tinggi rendahnya pangkat dan kedudukan.itusemua ujian yang pada saatnya nanti akan di pertanggung jawabkan.Semakin banyak Fasilitas yang kita gunakan semasa hidup semakin besar tanggung jawab di hadapan mizan Allah Ini harusnnya kita Camkan baik-baik.
Jangan dikira orang yang sedang mendapat nikmat berlimpah itu pasti sedang di rahmati Allah.Bisa jadi sebagai pemanjaan dari Allah untuk kemudian disusul dengan hukuman pada saat yang tepat.kadang kita memberikan sikasa yang berat itu Allah membiarkan orang naik ke atas terus sampai setinggi-tingginya Ketika sudah sampai dipuncak baru dijatuhkan.Hal ini jauh lebih tragis di banding dengan orang yang masih di tingkat rendakan kemudian jatuh.
Terhadap murid nakal yang melakukan kesalahan,mungkin seorang guru tidak member teguran yang keras bahkan hamper-hampir acuh terhadapnya.Tapi bagaimana bila yang melakukan seorang murid yang baik?justru teguran dan sanksinya berat.
Inilah contoh yang kongkrit,bagaimana Perlakukan terhadap hmbaNya.Hamba yang nakal seringkali di beri waktu tangguh.yang lama,seakan-akan perbuatan yang brutal itu tidak diganjar dengan hukuman apa-apa Akan tetapi dengan hambaNya yang baik-baik,kesalahan yang sedikit saja sudah dib alas dengan hukuman yang keras.itulah bentuk kebijaksanaan Allah.
Oleh karenanya kita harus hati-hati dan harus waspada jangan-jangan pemberian kenikmatan dari Allah itu hanya merupakan pemanjaan yang pada saat yang tepat akan dibalas dengan balasan yang lebih kejam.
Allah Berfirman : “Dan penduduk negeri itu telah kami binasakan ketika mereka berbuat Zhalim .Dan kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.”(QS.Al-kahfi : 29)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar